Dairi – Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Dairi yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, memasuki hari keempat pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Dairi menunjukkan dukungannya dengan melakukan penanaman pohon kemiri di SMP Negeri 4 Sidikalang, Desa Kalang Simbara, Jumat (13/2/2026).
Pada tahap pertama, sebanyak 500 batang pohon ditanam secara simbolis oleh Bupati Dairi, Vickner Sinaga. Secara keseluruhan, Pemkab Dairi menargetkan penanaman 4.444 batang pohon yang terdiri dari kemiri, durian, alpukat, aren, duku, petai, jengkol, nangka, serta berbagai tanaman buah produktif lainnya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Bupati Vickner Sinaga menjelaskan, pemilihan tanaman kemiri bukan tanpa alasan. Ia berharap penanaman ini mampu mengembalikan kejayaan kemiri asal Dairi yang dahulu dikenal sebagai salah satu penghasil kemiri terbaik, selain sebagai daerah penghasil nilam.
Hari Keempat Gerakan Indonesia ASRI, Pemkab Dairi Bersih-Bersih Kawasan Wisata Silahisabungan
“Dengan adanya tanaman ini, kita akan kembalikan Dairi yang Asri. Mari kita rawat bersama. Semoga tiga tahun mendatang tanaman ini tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik,” ujar Bupati.
Menurutnya, peluang pasar kemiri ke depan sangat menjanjikan. Selain digunakan sebagai bumbu masakan, kemiri juga dapat diolah menjadi minyak, bahan baku kosmetik, hingga obat-obatan. Saat ini, tidak banyak daerah di Indonesia yang masih membudidayakan tanaman tersebut secara serius.
Direncanakan, penanaman 4.444 batang pohon ini akan rampung dalam minggu ini. Dengan demikian, total pohon yang telah tertanam dalam program penanaman sejuta pohon di Kabupaten Dairi mencapai 60.744 batang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agel Siregar, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Junihardi Siregar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Oloan Hasugian, Sekretaris Dinas Pendidikan Mariady Simanjorang, Pimpinan Bank Sumut Cabang Sidikalang Edy Primsa Brahmana, Kepala Desa Kalang Simbara Tetty Pasaribu, serta organisasi Ampeda. (SC03)






















