Site icon SUMUTCYBER.COM

Hari Ini Sekolah Rakyat Beroperasi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wamensos Agus Jabo juga meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 di STIS Cibinong, Bogor. (Sumber: kemensos.go.id)

Bandung – Hari ini, Senin (14/7/2025), Sekolah Rakyat resmi beroperasi serentak di berbagai lokasi termasuk di Poltekesos Bandung, Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong Bogor, dan Sentra Abiyoso Cimahi. Ada 63 titik lokasi Sekolah Rakyat sudah rampung direnovasi dan siap digunakan.

Ini menandai babak baru bagi ratusan anak dari keluarga miskin dan rentan yang kini mendapat kesempatan belajar di sekolah berasrama dengan pendekatan inklusif, ramah anak, dan berbasis hak asasi manusia.

Langkah ini diawali dengan penutupan pembekalan bagi 1.569 guru dan tenaga pendidik oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono pada Sabtu (12/7/2025) di Poltekesos Bandung.

Dalam sambutannya, Wamensos menekankan pentingnya peran guru sebagai pendidik sekaligus pengasuh, yang harus memiliki empati dan ketulusan dalam mendampingi siswa yang berasal dari keluarga miskin, anak-anak terlantar, hingga yang tak memiliki pengasuh.

“Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tapi rumah yang membentuk masa depan anak-anak kita. Guru-gurunya harus jadi pelopor perubahan, bukan sekadar pengajar,” ujar Agus Jabo.

Setelah menutup pembekalan, Wamensos bersama Direktur Poltekesos Suharma meninjau kesiapan fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga laboratorium. Sebanyak 100 siswa dijadwalkan mulai masuk hari ini, didahului dengan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari tahap orientasi.

Sehari sebelum pembukaan sekolah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wamensos Agus Jabo juga meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 di STIS Cibinong, Bogor. Dalam dialog bersama guru dan kepala sekolah, Gus Ipul menekankan pentingnya konsolidasi siswa karena mereka berasal dari latar belakang beragam dan tidak melalui tes akademik.

“MPLS dan orientasi bisa berlangsung sampai tiga bulan agar semua siswa bisa setara,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh pendidik: cegah perundungan, cegah pelecehan seksual, dan cegah intoleransi.

“Ini rumah baru bagi anak-anak kita. Jangan sampai mereka justru terluka di dalam rumah itu,” tegasnya.

Sementara itu, momen haru terjadi di Sentra Abiyoso Cimahi saat Gus Ipul bertemu calon siswa dan orang tua murid. Seorang anak bernama Maulida Nur Athiyah (12), piatu yang diasuh sang tante, menangis haru saat mengungkapkan cita-citanya menjadi dokter. Video pidato Presiden Prabowo Subianto tentang Sekolah Rakyat yang ditayangkan dalam kesempatan itu semakin menggugah emosi hadirin.

Tante Maulida, Atin Supriyatin, merasa bersyukur dengan hadirnya program Sekolah Rakyat. “Sekolah ini jadi harapan kami rakyat kecil. Anak saya bisa sekolah dan punya masa depan,” tuturnya.

Kini, dengan dimulainya kegiatan belajar-mengajar, Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menjawab tantangan kemiskinan struktural melalui pendidikan berkualitas dan terjangkau. Di bawah naungan Kementerian Sosial, sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang tangguh, berdaya, dan berkarakter.

“Mari wujudkan Sekolah Rakyat sebagai simbol pengabdian, empati, dan harapan,” pungkas Wamensos Agus Jabo. (SC03)

Exit mobile version