F1 PowerBoat Danau Toba kembali Digelar, Pemerintah Targetkan Perputaran Ekonomi Capai Rp500 M

Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Muhammad Armand Effendy Pohan bersama Bupati Toba Poltak Sitorus, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney Maya Watono, dan Wakil Direktur Utama MGPA Samsul Purba saat Konferensi Pers F1 Powerboat Lake Toba di Pos Bloc Medan, Jalan Pos Nomor 1, Medan, Kamis (22/2/2024). (Sumber: Diskominfo Sumut)

Sumutcyber.com, Medan – Pemerintah pusat menargetkan perputaran ekonomi selama perhelatan ajang F1 PowerBoat pada 2-3 Maret 2024 senilai Rp500 M. Target ini cukup realistis, mengingat perhelatan perdana di Danau Toba, Sumatera Utara 2023 lalu, mampu menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut senilai Rp391 M.

“Maka dari itu pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Parekraf mengajak kolaborasi aktif dari semua pihak mulai dari Pemerintah Provinsi Sumut, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait lainnya guna menyukseskan even dunia F1 PowerBoat yang diselenggarakan kedua kali di Danau Toba tahun ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno secara daring dalam sesi jumpa pers di Pos Bloc, Kota Medan, Kamis (22/2/2024).

Bacaan Lainnya

Pihaknya, kata Sandiaga, mendukung penuh event sport tourism seperti F1 PowerBoat yang akan berlangsung hingga 2027 mendatang di Danau Toba. Apalagi, imbuh dia, pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat lewat event sport tourism terkhusus pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Danau Toba merupakan kawasan pariwisata super prioritas yang ada di Indonesia seperti halnya Mandalika dan Labuan Bajo. Maka dari itu melalui teman-teman InJourney lewat event organizer-nya MGPA, pada pagelaran kedua F1 PowerBoat kedua ini, kita harapkan dapat lebih baik dan sukses nantinya,” ujarnya.

Sesi jumpa pers ini dilakukan secara hybrid. Antara lain yang hadir langsung seperti Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Effendy Pohan mewakili Pj Gubernur Sumut, Bupati Toba Poltak Sitorus,  Maya selaku pihak dari InJourney, dan Samsul Purba selaku Direktur Teknis dan Operasi MGPA.

Hadir secara daring antara lain Kosmas Harefa, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Marves, Randi Wibawa selaku Direktur Olah Raga Balap Air, Mr Raimondo di San Germano, Marketing & Business Development Director H2O Racing, bupati Dairi, bupati Karo, dan bupati Samosir.

Meningkat Drastis

Bupati Toba, Poltak Sitorus mengatakan kunjungan wisatawan ke wilayahnya pada 2022 cuma satu juta orang, namun di 2023 meningkat drastis menjadi dua juta orang efek dari penyelenggaraan F1 PowerBoat.

Tak hanya dari sisi tersebut, roda perekonomian di Kabupaten Toba pun naik signifikan imbas perhelatan balap motor perahu air yaitu mampu menembus angka Rp1 triliun.

“Jadi kami harapkan semua kita yang hadir di sini ikut datang beramai-ramai ke acara tanggal 2-3 Maret. Kami sangat berharap para konten kreator juga ikut menyebarkan informasi positif tentang luar biasanya alam Danau Toba, luar biasanya sejarah Danau Toba bisa terjadi,” ujarnya.

Antisipasi Cuaca

Sebagai bagian dari program dan kebijakan atas kawasan pariwisata super prioritas nasional, InJourney berkomitmen menjaga tanggungjawab besar yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Parekraf.

Selain F1 PowerBoat, pihaknya antara lain ikut dalam suksesi perhelatan MotoGP Mandalika pada beberapa waktu lalu.

“Memang dalam mengelola dan mengembangkan kawasan pariwisata super prioritas ini tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh sustainable effort yang kuat dan konsisten dilakukan dalam 5-10 tahun ke depan. Terutama sport event besar seperti di Danau Toba ini, karena bukan hanya dari sisi penyelenggaraan saja melainkan kita juga dapat mengembangkan infrastruktur,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi penyelenggaraan, Samsul Purba selaku Direktur Teknis dan Operasi MGPA, mengatakan akan ada beberapa pembaruan yang pihaknya terapkan dalam even kedua F1 PowerBoat ini.

Pertama, balapan akan diselenggarakan sejak pagi hari hingga pukul 12.00 WIB. Kedua, jarak antarpenonton dan arena balapan akan didekatkan sehingga penonton maupun pengunjung dapat merasakan sensasi yang lebih seru.

“Kekurangan di tahun lalu tentu menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih membuat event tersebut menjadi lebih baik tahun ini. Seperti jarak antarpenonton dalam arena, waktu tahun lalu dikarenakan bapak presiden ikut menonton, sehingga ada aturan protokol yang mesti dijaga. Begitupun soal faktor cuaca mengingat Danau Toba pada siang hari cukup berombak, maka kami putuskan balapan digelar di pagi hari,” pungkasnya.

Senada dengan pemerintah pusat, Pemprov Sumut menganalogikan bahwa sebagai tuan rumah jangankan kalah, seri saja mereka tidak mau.

“Artinya apa, event sport tourism berskala internasional seperti F1 PowerBoat ini akan siap untuk kami sukseskan lagi tahun ini. Kami berharap kerjasama dan kolaborasi yang sudah baik dengan pemerintah pusat, tujuh pemerintah di kawasan Danau Toba, dan pelaksana kejuaraan dapat kita tingkatkan bersama sehingga success story 2023 mampu lebih kita wujudkan, sebagaimana target dan harapan dari banyak aspek seperti peningkatan roda perekonomian dan jumlah pengunjung,” ujar Effendy Pohan. (SC02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *