Medan – Banjir besar yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh mendorong Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa untuk bergerak cepat melakukan respons darurat kemanusiaan. Hingga 1 Desember 2025, tercatat sebanyak 9.663 penerima manfaat telah terlayani melalui berbagai program penyelamatan, distribusi bantuan, hingga pemulihan awal bagi para penyintas.
Deputi Director Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, menyampaikan bahwa selama masa tanggap darurat, pihaknya telah melakukan berbagai upaya kemanusiaan secara masif di tiga provinsi terdampak tersebut.
“Hingga 1 Desember 2025, DMC Dompet Dhuafa telah merespons bencana banjir di Sumatera dan Aceh dengan menjangkau 9.663 penerima manfaat. Kami mengevakuasi 153 korban, menyalurkan bantuan pangan, air bersih, membuka pos hangat, dapur umum, hingga layanan psikososial anak melalui Taman Ceria. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu hadir bersama masyarakat saat terjadi bencana,” ujar Dian Mulyadi bersama Ketua Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara Sulaiman, Artis sekaligus Super Volunteer Dompet Dhuafa, Chiki Fawzi dan perwakilan DMC Dompet Dhuafa, Taqi Falsafati saat konferensi pers di Medan, Rabu (3/12/2025).
Ia merinci, bantuan yang telah disalurkan meliputi evakuasi 153 korban, distribusi 380 porsi makanan siap santap, 884 aksi bersih lingkungan, penyaluran 244 distribusi air bersih, pendirian 1.709 pos hangat, pengoperasian 5.263 layanan dapur umum, serta pengg uliran 30 Taman Ceria untuk anak-anak terdampak.
Untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut, DMC Dompet Dhuafa melibatkan 72 personel yang didukung dua unit mobil taktis serta tujuh unit mobil operasional. Hal ini disampaikan oleh
“Untuk mendukung operasi kemanusiaan di lapangan, kami menerjunkan 72 personel dengan dukungan dua mobil taktis dan tujuh mobil operasional. Di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh, tim bekerja siang dan malam untuk memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, serta layanan dapur umum berjalan optimal, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas,” kata Taqi.
Di wilayah Sumatera Utara, Dompet Dhuafa telah melayani sebanyak 3.320 penerima manfaat. Bantuan yang diberikan meliputi evakuasi 90 korban, distribusi air bersih untuk 884 jiwa, pos hangat bagi 598 jiwa, layanan dapur umum bagi 730 penerima manfaat, serta penyaluran 1.000 paket sembako. Sebanyak 22 personel diterjunkan langsung untuk mendukung kegiatan tersebut.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, bantuan telah menyasar 3.834 penerima manfaat dengan rincian evakuasi 36 korban, distribusi air bersih untuk 224 penerima manfaat, pendirian pos hangat bagi 1.111 jiwa, serta pembukaan Taman Ceria bagi 30 anak terdampak banjir. Sebanyak 37 personel terlibat dalam operasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Adapun di Aceh, total bantuan telah menjangkau 2.527 penerima manfaat. Fokus utama bantuan berupa layanan dapur umum dengan sasaran 2.500 jiwa, disertai evakuasi 27 korban banjir serta asesmen di sejumlah titik terdampak.
Selain bantuan logistik, Dompet Dhuafa juga menggulirkan layanan kesehatan melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Di Aceh, LKC turun langsung ke wilayah Pidie Jaya. Di Sumatera Barat, LKC Sumatera Selatan menyisir wilayah terdampak dengan membawa ambulans serta logistik medis. Sementara itu, tim medis beserta unit dan logistik medis juga diberangkatkan langsung dari Jakarta untuk membantu para penyintas di Sumatera Utara.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan dan dukungan lanjutan, DMC Dompet Dhuafa juga merencanakan pembukaan pos Wi-Fi untuk membantu para penyintas tetap terhubung dengan keluarga, sekaligus membuka gerai cuci pakaian gratis bagi relawan dan korban terdampak.
Untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan di wilayah yang sulit diakses, Dompet Dhuafa juga mengirimkan mobil taktis serta beberapa unit perahu karet ke lokasi-lokasi bencana. Seluruh upaya ini dikoordinasikan melalui cabang Dompet Dhuafa di Aceh, Padang, dan Medan.
Dalam kegiatan kemanusiaan ini, artis sekaligus Super Volunteer Dompet Dhuafa, Chiki Fawzi, turut terjun langsung ke lokasi banjir di kawasan Tanjungpura. Ia mengaku terpanggil untuk hadir langsung melihat kondisi para korban.
“Saya ikut turun langsung ke lokasi banjir di Tanjungpura karena tidak sanggup melihat kondisi para penyintas yang begitu memprihatinkan. Ini bukan semata bencana alam, tetapi juga akibat dari krisis ekologis yang terjadi karena ulah manusia. Sebenarnya ada agenda saya dengan Dompet Dhuafa Lampung, tapi karena mereka juga diturunkan ke lokasi bencana Sumatra, ya saya meminta ikut melihat saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” ungkap Chiki Fauzi.
Sementara itu, Ketua Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara, Sulaiman, menyampaikan bahwa sebanyak 15 lembaga kemanusiaan telah terlibat langsung membantu korban banjir di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut bergerak cepat dan masuk ke titik-titik yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
“Ada 15 lembaga kemanusiaan yang terlibat langsung dalam penanganan banjir di Sumatera Utara. Responsnya sangat cepat dan langsung masuk ke titik-titik yang belum tersentuh bantuan pemerintah, seperti di Paya Bangkuang. Kami mengapresiasi Dompet Dhuafa yang terus berkoordinasi agar bantuan bisa tersalurkan secara merata,” ujar Sulaiman.
Dompet Dhuafa juga membuka sejumlah titik posko dan layanan bantuan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh untuk memudahkan koordinasi serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. (SC03)
![]()






















