Medan – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sebagian masyarakat kerap merasakan kecemasan akibat meningkatnya kebutuhan ekonomi, mulai dari membeli baju baru, menyiapkan kue lebaran hingga rencana pulang kampung. Kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar selama masih dapat dikelola dengan baik.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Vita Camelia, M.Ked, Sp.KJ (K), menjelaskan bahwa kecemasan yang muncul menjelang lebaran merupakan respons emosional yang normal karena adanya tekanan antara kebutuhan yang meningkat dan kondisi ekonomi yang terbatas.
“Perasaan cemas yang muncul saat menjelang lebaran adalah sesuatu yang normal. Biasanya muncul karena adanya tekanan ekonomi sementara kebutuhan meningkat,” ujarnya.
Menurut dr. Vita, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah belajar menerima bahwa tidak semua kondisi dapat dikendalikan.
“Kita perlu belajar menerima bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa kita kendalikan,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat mengenali sumber kecemasan yang dirasakan. Banyak orang merasa cemas karena keinginan membeli baju baru, menyiapkan kue lebaran, atau pulang kampung, sementara kondisi ekonomi tidak memungkinkan.
“Kecemasan sering muncul karena takut dinilai orang lain, misalnya merasa malu jika tidak membeli baju baru atau tidak pulang kampung. Padahal pikiran negatif tentang pendapat orang terhadap diri kita belum tentu benar,” katanya.
Menurutnya, cara menurunkan kecemasan adalah dengan menerima perasaan tersebut sebagai bagian dari emosi yang sifatnya sementara dan akan berlalu.
Selain itu, dr. Vita juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran selama bulan Ramadan hingga lebaran. Ia menyarankan agar belanja dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak dipaksakan.
“Batasi belanja sesuai kebutuhan. Jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, tidak masalah menunda pulang kampung daripada mengambil keputusan impulsif seperti berbelanja menggunakan pinjaman online,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan masyarakat melatih keterampilan mindfulness untuk membantu mengelola emosi.
“Latihan mindfulness dapat meningkatkan kesadaran untuk fokus pada kondisi saat ini, menerima pikiran dan perasaan yang datang tanpa menghakimi. Cara ini dapat membantu seseorang mengelola kecemasan dengan lebih baik,” tutupnya.
Dengan memahami dan mengelola emosi secara sehat, masyarakat diharapkan dapat menjalani momen lebaran dengan lebih tenang dan penuh makna. (SC03)

