Dairi – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Invaliden, Desa Pegagan Julu II, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah truk besar bermuatan besi yang melaju dari arah Sidikalang menuju Medan diduga mengalami rem blong hingga memicu kecelakaan beruntun dan menewaskan dua orang.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Baron Matanari, truk tersebut awalnya menabrak sebuah truk Colt Diesel boks yang berada di depannya. Akibat benturan keras, Colt Diesel terdorong dan menghantam mobil pick up yang mengangkut sejumlah penumpang.
“Diduga awalnya karena rem blong truk besar bermuatan besi. Truk menghantam Colt Diesel, kemudian Colt Diesel menabrak pick up,” kata Baron.
Benturan beruntun itu menyebabkan sejumlah penumpang pick up terpental ke badan jalan. Truk yang kehilangan kendali juga terus melaju hingga menabrak dua rumah warga dan sebuah mobil Toyota Avanza yang terparkir di teras rumah.
Salah seorang penghuni rumah, boru Nainggolan, istri pemilik rumah bermarga Pasaibu, sempat terjepit akibat kerasnya benturan. Namun korban berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas.
“Boru Nainggolan sempat terjepit, tapi berhasil dievakuasi. Mobil pribadi yang ada di teras juga ringsek,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Puskesmas Sumbul, Edison Damanik, membenarkan adanya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
“Dua orang meninggal, tujuh luka-luka. Pasien masih dalam penanganan intensif. Identitas korban belum diketahui,” ujarnya.
Dari keterangan korban selamat, rombongan penumpang pick up diketahui berangkat dari Besitang, Kabupaten Langkat, menuju Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk menghadiri pesta tugu keluarga.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras langsung berupaya memberikan pertolongan sebelum petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa serta kerugian material tersebut. (SC-Romi)

