Sidikalang – Bupati Dairi Vickner Sinaga yang diwakili Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Himpunan Masyarakat Pakpak (HIMPAK) di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Minggu (25/10/2026).
Sebelum acara puncak, kegiatan diawali dengan kirab budaya yang dimulai dari Kantor DPD HIMPAK Dairi di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Dairi yang dibacakan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala, disampaikan bahwa tema HUT ke-28 HIMPAK, “Meriahkan, Lestarikan, dan Banggakan Budaya Pakpak”, memiliki makna penting bagi pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dirayakan dalam kegiatan seremonial, tetapi harus dipahami, dijalankan, diwariskan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kita patut berbangga atas kekayaan budaya Pakpak, mulai dari bahasa, adat istiadat, seni, musik, tari, pakaian tradisional, kuliner, hingga nilai-nilai kekerabatan yang diwariskan oleh para leluhur. Namun, kebanggaan terhadap budaya harus disertai dengan tanggung jawab untuk menjaganya,” demikian sambutan Bupati.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya bangga menyebut identitas budayanya, tetapi juga tetap menjaga dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam hal ini, HIMPAK dinilai memiliki peran strategis.
Pemkab Dairi juga memandang kebudayaan bukan sekadar identitas, melainkan aset pembangunan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan pariwisata, ekonomi kreatif, pengembangan UMKM, serta ruang bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda.
Kirab budaya yang digelar dalam rangkaian perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Pakpak kepada masyarakat luas sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Bupati Dairi melalui sambutan tertulisnya juga mengajak keluarga besar HIMPAK menjadikan usia ke-28 sebagai momentum memperkuat komitmen organisasi.
“Jadikan HIMPAK sebagai organisasi yang semakin solid, terbuka, dan mampu menjembatani aspirasi masyarakat Pakpak. Perbedaan pandangan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah. Perbedaan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan, bukan alasan untuk terpecah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau banyaknya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan kontribusi nyata bagi daerah.
Sementara itu, tokoh nasional Pakpak Abdul Roni Angkat menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-28 HIMPAK. Ia berharap organisasi tersebut dapat mendorong masyarakat Pakpak menjadi lebih maju, mandiri, dan sejahtera tanpa meninggalkan adat istiadat.
Menurutnya, masyarakat Pakpak terbuka terhadap suku lain. Ia juga menilai generasi muda Pakpak memiliki pemikiran modern yang dapat menjadi modal untuk memajukan masyarakat.
“Teman-teman sekalian, ayo kita semarakkan, ayo kita semangat. Saya yakin, kita akan bisa memajukan masyarakat. Saya lama di perantauan tetapi hati saya tetap orang Pakpak dan itu yang penting,” ujarnya.
Ia berharap kemajuan masyarakat Pakpak turut mendorong kemajuan Kabupaten Dairi dan Sumatera Utara.
“Karena masyarakat Pakpak maju, berarti Kabupaten Dairi pasti maju. Kalau Kabupaten Dairi maju, Sumatera Utara pasti maju,” katanya.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tomanggor mengatakan, HIMPAK telah berkarya selama 28 tahun. Ia berharap HIMPAK semakin mampu bersaing di tingkat nasional, menjadi pemersatu, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan budaya Pakpak bagi generasi muda serta mendorong organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Jangan kita hanya sebagai penonton, namun harus menjadi pelaku untuk memajukan pembangunan di Sumatera Utara. Mari saling berkoordinasi untuk memajukan HIMPAK dan turut merasakan pembangunan yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP HIMPAK mengatakan, usia 28 tahun merupakan fase kedewasaan organisasi. Ia berharap HIMPAK terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pakpak.
Ia menegaskan, HIMPAK merupakan wadah masyarakat Pakpak, termasuk mereka yang mengakui dan berikrar sebagai bagian dari identitas tersebut.
“Melalui forum ini, saya minta orang Pakpak bersahabat dengan semua suku. Semua suku kita rangkul, jangan eksklusif, namun inklusif supaya Pakpak semakin besar dan hebat. Mari kita bersatu semua, jangan ada perpecahan di antara kita masyarakat Pakpak,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Dairi, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin, Sekretaris Daerah Dairi Surung Charles Bantjin, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat, Ketua DPD HIMPAK Dairi Raja Ardin Ujung, serta perwakilan organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan. (SC-Romi)

