Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara, yang berlaku mulai 28 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 30 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
BMKG menyebutkan, kondisi ini dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis GRANT yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Bengkulu serta Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia selatan NTB. Kedua sistem cuaca tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada tinggi gelombang laut di wilayah perairan Indonesia.
Secara umum, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6–25 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang sama, yakni 6–25 knot.
BMKG memperkirakan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, meliputi:
– Perairan Timur Kepulauan Nias
– Perairan Barat Kepulauan Nias
– Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
– Perairan Kepulauan Batu
– Perairan Barat Kepulauan Batu
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
BMKG mengimbau para nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi cuaca maritim terkini demi keselamatan pelayaran. Informasi ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG, Rizki Fadhillah Pratama Putra. (SC03)

