Site icon SUMUTCYBER.COM

Bantah Tudingan Terhadap Dirinya, Kepling Seri Rahayu: Itu Tidak Benar

Seri Rahayu bersama orangtuanya. (Istimewa)

Medan – Kepala Lingkungan (Kepling) I Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, Seri Rahayu, membantah tudingan terhadap dirinya seperti yang diberitakan di salah satu media online  yang dinilainya tidak akurat dan merugikan nama baiknya.

Dalam keterangannya, Sabtu (9/8), Seri Rahayu menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya berdomisili menggunakan alamat fiktif atau menumpang di rumah istri salah satu warga adalah keliru.

“Sejak sebelum proses pemilihan Kepala Lingkungan, saya sudah tinggal di rumah pribadi di Gg. H. Arif, Lingkungan I, Kelurahan Darat. Jadi bukan menumpang, apalagi memakai alamat fiktif seperti diberitakan,” ujarnya.

Ia juga membantah tudingan pernah bertengkar dengan istri salah satu warga tersebut. Menurutnya, kejadian yang dimaksud adalah buntut razia narkoba oleh Polsek Medan Baru di wilayah Lingkungan I.

“Waktu itu saya dituduh sebagai dalang di balik informasi razia tersebut, sehingga terjadi kesalahpahaman dan suasana sempat memanas. Namun semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kami sudah saling memaafkan,” jelasnya.

Seri Rahayu menambahkan, dalam menjalankan tugas sebagai Kepling, ia dibantu warga setempat bernama Lidya untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Nomor teleponnya juga tercantum di papan informasi agar warga mudah menghubungi jika ada laporan atau kejadian penting.

Ia turut mengungkapkan bahwa saat ini tengah menghadapi situasi keluarga yang sulit karena ibunya mengalami stroke. Sebagai anak tunggal, ia harus membagi waktu antara merawat orang tua dan menjalankan tugas sebagai Kepling.

Terkait tudingan manipulasi penyaluran bantuan sosial (bansos), Seri Rahayu menegaskan bahwa Kepling tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bantuan.

“Tugas kami hanya mengumpulkan dan menyerahkan berkas KTP dan KK kepada pihak yang menangani bansos. Tidak ada wewenang mencoret atau mengganti penerima. Jadi pemberitaan soal itu juga tidak benar,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman di masyarakat dan meminta media menyajikan informasi yang berimbang serta berdasarkan fakta. (SC03)

Exit mobile version