Sumutcyber.com, Toba – Kecukupan gizi dengan mengkonsumsi bahan pangan yang mengandung protein merupakan salahsatu upaya dini pencegahan stunting.
Potensi sumber protein hewani, salahsatunya Ikan Tilapia (Nila), sangat kaya di Toba, baik yang berhabitat di Danau Toba maupun yang dibudidayakan. Potensi ini kiranya dimanfaatkan untuk cakupan kecukupan asupan protein bagi anak sejak dini disamping asupan protein lainnya.
Saat ini, Pemkab Toba terus intens mengoptimalkan upaya penurunan stunting, dalam memaksimalkan pencapaian terget secara nasional sebesar 14 persen.
Pemkab Toba Kembali Terima Penghargaan UHC
Demikian disampaikan Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Toba Juliwan Hutapea, saat dikonfirmasi Senin (28/8/2023).
Dalam kesempatan ini, dia juga mengungkapkan bahwa menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa tahun 2022 jumlah kasus stunting di Toba sebanyak 24,8 persen.
Panitia Natal Nasional Serahkan Bantuan Paket Sembako Dan Ambulance Untuk Masyarakat Toba
“Sementara menurut Elektron Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) per bulan Pebruari 2023, jumlahnya anak penderita stunting sebanyak 1.300 anak atau 9,37 persen, dari 13.868 jumlah anak yang diukur,” beber Juliwan
Pencegahan stunting dilakukan dengan mengoptimalkan pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan. Orang tua harus melakukan beberapa hal diantaranya selama kehamilan, ibu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, melakukan pemeriksaan rutin kehamilan, memberikan stimulasi atau rangsangan pada janin dalam kandungan, memberikan ASI eksklusif dan dilanjutkan pemberian makanan pendamping,
Pemkab Toba Rayakan Natal Oikumene 2025
Selain itu, juga memperkenalkan makanan bergizi pada anak sesuai dengan pertumbuhan usianya, imbuh Juliwan, yang juga Kepala Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Toba ini. (SC-JT)






















