Medan – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Sutarto meminta pemerintah melalui instansi terkait memperkuat sistem peringatan dini terintegrasi sebagai langkah antisipasi erupsi Gunung Sinabung. Sistem tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai potensi bahaya dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.
Permintaan itu disampaikan Sutarto menyusul peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), berdasarkan rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berlaku mulai Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemantauan rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik Gunung Sinabung cenderung mengarah ke timur-tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi.
Kepada awak media, Rabu (2/9/2026), Sutarto mengatakan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) harus dioptimalkan untuk meminimalisir risiko korban apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.
“Saya meminta pemantauan, pengolahan data real-time, dan prosedur komunikasi darurat untuk mendeteksi aktivitas vulkanik serta menyampaikan tanda bahaya kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Jangan ada tumpang tindih informasi mengenai letak zona bahaya, jalur erupsi, letak zona evakuasi dan sebagainya,” katanya.
Menurut Sekretaris PDI Perjuangan Sumut tersebut, informasi resmi dari PVMBG, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah harus disampaikan secara cepat, konsisten, serta mudah dipahami masyarakat.
“Informasi itu memberikan sinyal cepat atau alarm sehingga warga mempunyai waktu lebih banyak untuk mengemas barang penting, bersiap, dan mengungsi ke tempat aman. Dengan adanya alarm atau sirine dari EWS, masyarakat dilatih untuk lebih peka dan tanggap darurat terhadap tanda-tanda alam akibat erupsi,” ujarnya.
Selain sistem peringatan dini, Sutarto juga menekankan pentingnya kesiapan logistik bagi warga yang telah dipindahkan ke lokasi pengungsian.
“Ya, saya kira kita harus menyiapkan kebutuhan seperti air bersih, makanan, pakaian dan lainnya,” jelasnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan tersedianya layanan kesehatan di lokasi evakuasi, terutama untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kesiapan tim medis dan obat-obatan, kita minta Pemda Karo dan Pemprov agar menyediakannya standby 24 jam,” ucapnya.
Sutarto turut mengapresiasi langkah cepat TNI dan Polri dalam mendirikan posko-posko siaga di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
“Kita melihat kesiapan TNI dan Polri dalam menyiapkan posko, peralatan, kendaraan, personel, jalur evakuasi, serta kebutuhan pendukung lainnya. Ini langkah yang patut kita apresiasi,” tambahnya.
Ia berharap aktivitas Gunung Sinabung tidak meningkat hingga Level IV (Awas), mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu sentra pertanian sekaligus kawasan pariwisata yang berada di wilayah Kaldera Toba.
“Aktivitas ini bisa mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Kita doakan agar erupsi besar seperti 2010 lalu tidak terjadi,” katanya.
Pemprov Sumut Percepat Evakuasi
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menginstruksikan percepatan evakuasi warga yang berada di wilayah zona bahaya Gunung Sinabung.
Bobby menegaskan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan kebutuhan warga selama proses evakuasi terpenuhi.
Pemprov Sumut memprioritaskan evakuasi warga yang berada di radius zona merah erupsi. Salah satu wilayah yang telah dikosongkan adalah Desa Kuta Tengah. Sebanyak 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk desa tersebut telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.
Bobby mengatakan Pemprov Sumut menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Hal itu dilakukan agar para pengungsi merasa nyaman selama berada di lokasi pengungsian dan tidak terdorong kembali ke wilayah yang masih berbahaya.
“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” kata Bobby Nasution. (SC03)

