Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.278 kejadian bencana di Indonesia hingga 2 November 2026. Dalam tiga hari terakhir, sejumlah daerah dilanda bencana hidrometeorologi, mulai dari tanah longsor, banjir bandang hingga tanggul jebol akibat hujan berintensitas tinggi.
Berdasarkan data BNPB, jumlah kejadian bencana tersebut bertambah 31 kejadian dibandingkan 30 Oktober 2026 yang tercatat sebanyak 2.247 kejadian.
Penambahan itu terdiri atas 11 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 10 banjir, tujuh cuaca ekstrem, serta tiga tanah longsor.
Dalam periode 31 Oktober hingga 2 November 2026, bencana akibat hujan lebat terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dan Kota Bandung, Jawa Barat. Rangkaian peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan rumah, serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Di Kabupaten Lumajang, tanah longsor terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Peristiwa setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu rumah mengalami rusak sedang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan santunan duka sebesar Rp20 juta bagi dua korban meninggal dunia, paket sembako, serta bantuan semen dan bata untuk pemulihan bangunan terdampak.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan menyalurkan bantuan terpal.
Namun, penanganan terkendala akses menuju lokasi yang masih harus melalui jalur Probolinggo. Hal ini karena sejumlah titik banjir di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, belum dapat dilalui kendaraan.
Dampak hujan lebat di Lumajang juga terjadi di wilayah lain. Luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan. Sekitar 1.417 kepala keluarga (KK) terdampak dan masih dalam proses pendataan.
Petugas TRC BPBD berupaya membuka akses jalan yang menghubungkan Tamansari menuju Iburaja setelah tertutup longsor. Pemantauan juga dilakukan terhadap wilayah yang masih terisolasi, sekaligus menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Sementara itu, banjir bandang melanda Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026).
Hujan di kawasan lereng gunung sekitar pukul 13.30 WIB menyebabkan peningkatan debit air hingga meluap ke jalan, permukiman, dan lahan pertanian.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada 15 unit rumah, 15 hektare lahan pertanian, dan 20 kolam ikan. Sebanyak 15 KK turut terdampak, dengan sebagian warga mengungsi di Mushola Surau Gadang.
Sehari setelah kejadian, kondisi air mulai berangsur surut. TRC BPBD Kabupaten Tanah Datar telah melakukan asesmen, mendata dampak banjir, serta membantu warga membersihkan rumah yang terdampak.
Bencana lainnya terjadi di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Hujan deras menyebabkan tanggul jebol pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Hasil kaji cepat BPBD Kota Bandung mencatat sebanyak 112 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, tujuh jiwa mengungsi dan 34 unit rumah terdampak. Luas area terdampak dilaporkan mencapai sekitar tiga kilometer persegi.
BPBD Kota Bandung bersama Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), unsur kewilayahan, serta masyarakat melakukan koordinasi, membersihkan sisa lumpur, dan memeriksa rumah warga.
Hingga laporan terakhir, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan seiring memasuki masa peralihan menuju musim hujan.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Pada masa peralihan tersebut, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan sekitar tanggul diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Warga juga diimbau segera menjauhi lokasi berbahaya dan mengikuti arahan evakuasi BPBD maupun petugas di lapangan apabila kondisi mengancam keselamatan.
Khusus masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, BNPB meminta warga menghindari alur sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan hulu.
Untuk memperoleh informasi perkembangan kebencanaan, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BNPB dan BPBD setempat. Laporan kejadian bencana juga dapat disampaikan melalui layanan darurat BNPB di nomor 117.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam siaran pers BNPB, Senin (2/11/2026). (SC03)



































