Asahan – Alfamidi kembali menyalurkan bantuan telur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Protein Cegah Stunting di Kabupaten Asahan. Memasuki bulan keempat pelaksanaan program, Alfamidi menyalurkan 1.800 butir telur untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi 30 balita penerima manfaat, Jumat (9/10/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Asahan.
Program yang berlangsung selama enam bulan, Juni hingga November 2026, tersebut menargetkan 30 anak. Setiap anak mendapatkan total 60 butir telur selama periode program sebagai tambahan asupan protein untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Berdasarkan hasil pemantauan selama empat bulan pelaksanaan program, sebanyak 90 persen atau 27 dari 30 anak tercatat mengalami peningkatan berat dan tinggi badan secara berkala.
Dari jumlah tersebut, 14 anak berasal dari Kecamatan Kota Kisaran Barat, 11 anak dari Kecamatan Kota Kisaran Timur, dan dua anak dari Kecamatan Silau Laut.
Branch Manager Alfamidi Cabang Medan, Robert Hary Andika, mengatakan keberlanjutan program menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak.
Ia berharap bantuan yang diberikan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Asahan.
Salah seorang orang tua penerima manfaat, Cici Mahyana, mengapresiasi bantuan yang diberikan Alfamidi. Menurutnya, penyaluran telur secara rutin membantu keluarga menyediakan tambahan sumber protein bagi anak.
“Kami berterima kasih kepada Alfamidi atas bantuan telur yang diberikan setiap bulan. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,” tutur Cici.
Sementara itu, Kasi Penata Kependudukan DP2KBP3A Kabupaten Asahan, Erni Evi Siregar, mengapresiasi kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam mendukung penanganan masalah gizi masyarakat.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting. Program pendampingan gizi tersebut dijadwalkan berlanjut hingga November 2026, disertai pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. (SC03)


![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-300x178.jpg)










![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















