Bus Listrik Medan Makin Diminati, Penumpang Minta Armada Ditambah dan Interval Dipersingkat pada Jam Sibuk

Medan – Penggunaan bus listrik di Kota Medan kian diminati masyarakat. Mulai dari anak-anak muda hingga orang tua memanfaatkan transportasi umum tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Namun, meningkatnya jumlah penumpang membuat masyarakat berharap jarak kedatangan antara bus listrik yang satu dengan lainnya dapat dipersingkat. Saat ini, penumpang terkadang harus menunggu hingga sekitar 15 menit di halte-halte, terutama pada jam-jam sibuk saat berangkat dan pulang kerja.

Seorang pengguna bus listrik, Andriani, berharap waktu tunggu tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar 5-7 menit. Menurutnya, hal itu penting agar penumpang yang telah menunggu di halte tidak kembali kecewa ketika bus yang datang sudah dalam kondisi padat, terutama di jam pergi dan pulang kerja.

“Kalau ada 4-5 orang yang nunggu bus listrik di halte, nanti yang paling bisa diangkut hanya 1-2 orang, itu pun kadang sudah berdiri penumpangnya. Kalau di halte-halte bisa sampai 15 menit lagi menunggu bus di belakangnya,” kata Andriani, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut cukup sering menjadi persoalan terutama pada jam sibuk. Penumpang yang telah lama menunggu di halte bisa saja tidak terangkut karena kapasitas bus sudah penuh.

Ia menilai, penambahan armada maupun pengaturan jarak kedatangan bus menjadi hal yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya minat masyarakat menggunakan bus listrik.

Andriani juga khawatir jika waktu tunggu terlalu lama dan bus yang datang sudah penuh, masyarakat yang sebelumnya memilih transportasi umum justru kembali menggunakan kendaraan pribadi.

“Anak-anak muda hingga orang tua kian banyak yang menggunakan bus listrik di Medan. Jadi khawatir, kalau menunggu terlalu lama mereka bisa beralih ke kendaraan pribadi,” ujarnya.

Padahal, kata dia, bus listrik dinilai cukup nyaman dan tarifnya terjangkau. Penumpang hanya membayar Rp5.000 dengan durasi perjalanan hingga 75 menit.

“Saya pergi kerja dari Amplas hingga Gatot Subroto hanya Rp5 ribu. Menariknya, pembebasan biaya untuk perjalanan estafet di bawah 75 menit. Transaksi kedua dalam waktu tersebut tidak akan dikenakan tarif tambahan,” katanya.

Selain tarif yang terjangkau, ia juga menilai pelayanan pengemudi bus listrik cukup baik dan ramah kepada penumpang.

“Bus cukup nyaman dan murah. Sopir juga ramah. Intinya armadanya diperbanyak saja atau agak dipercepat jarak bus yang satu dengan yang lain, jadi penumpang tidak terlalu lama menunggu,” katanya.

Menurutnya, peningkatan pelayanan dan ketersediaan armada penting agar masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi umum dan tidak kembali memilih kendaraan pribadi. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *