AKBP I Made Parwita: Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Selama Dua Pekan Ops Patuh Toba 2025

Medan – Selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 yang berlangsung sejak 14 hingga 27 Juli, jumlah pelanggaran lalu lintas di wilayah Polrestabes Medan tercatat mengalami peningkatan.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita mengungkapkan, selama dua pekan operasi berlangsung, tercatat 5.218 pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 3.978 pelanggar dikenakan tilang, sementara sisanya hanya mendapat teguran. Angka ini naik dibandingkan Operasi Patuh Toba tahun 2024, yang mencatat 4.947 pelanggaran, dengan 2.913 tilang dan 2.034 teguran.

“Peningkatan pelanggaran ini menunjukkan bahwa penindakan oleh petugas di lapangan semakin maksimal,” ujar I Made Parwita, Senin (28/7/2025).

Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan. Selama Ops Patuh 2025, tercatat sembilan kecelakaan yang mengakibatkan empat korban jiwa, empat luka berat, dan sepuluh luka ringan. Sedangkan pada 2024, terdapat sepuluh kecelakaan dengan dua korban meninggal, lima luka berat, dan tujuh luka ringan.

Untuk menekan angka pelanggaran, Satlantas Polrestabes Medan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan dilakukan di lokasi-lokasi strategis, termasuk kepada komunitas kendaraan roda dua dan empat, serta paguyuban pengusaha angkutan barang dan logistik. Total ada 86 kegiatan penyuluhan yang digelar selama operasi.

Selain itu, imbauan juga disampaikan melalui media sosial, media cetak, media daring, media elektronik, serta pemasangan baliho, spanduk, dan stiker di titik-titik rawan kecelakaan. “Kami memasang 309 spanduk, delapan billboard, serta stiker sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas,” tambah Parwita.

Pelanggaran terbanyak, lanjutnya, masih didominasi oleh pengendara yang tidak mengenakan helm. Mayoritas pelanggar berasal dari kelompok usia 21 hingga 25 tahun, yang umumnya adalah mahasiswa dan karyawan.

“Ke depan, kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi ke kampus-kampus di Kota Medan. Kami imbau seluruh pengendara agar menggunakan helm berstandar SNI dan menaati rambu lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (SC06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *