Medan – Keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi kunci bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Fransisco Hariman (43), seorang pegawai swasta, telah merasakan manfaat program ini, baik saat menjadi peserta mandiri maupun melalui statusnya saat ini sebagai pegawai swasta.
Sejak menjadi peserta BPJS Kesehatan pada 2012, ia telah menyaksikan transformasi layanan yang semakin memudahkan masyarakat.
“Dulu waktu pertama kali daftar, semuanya dilakukan di kantor. Saat itu, belum ada kemudahan seperti sekarang dengan aplikasi Mobile JKN atau layanan Pandawa. Sekarang jauh lebih praktis dan cepat, semuanya bisa diakses dari rumah,” ungkap Fransisco saat ditemui oleh Tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan (27/12/2024).
Layanan Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) adalah salah satu inovasi BPJS Kesehatan yang mempermudah pengurusan administrasi secara daring, seperti pendaftaran, perubahan data, hingga pengecekan tagihan. Menurut Fransisco, digitalisasi ini adalah langkah maju dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Namun, perjalanan Fransisco sebagai peserta tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi kendala akibat tunggakan iuran, yang menyebabkan status kepesertaannya tidak aktif. “Saat itu, saya baru sadar betapa pentingnya menjaga keaktifan status peserta BPJS Kesehatan. Ketika membutuhkan layanan kesehatan, status yang aktif sangat mempermudah semua urusan,” ujarnya.
Untuk membantu peserta seperti Fransisco, BPJS Kesehatan menawarkan program Rehab, yang memungkinkan pelunasan tunggakan iuran secara bertahap. Program ini memberikan solusi bagi peserta untuk mengaktifkan kembali status mereka tanpa beban finansial yang berat, membuktikan komitmen BPJS Kesehatan dalam memastikan semua peserta dapat mengakses layanan kesehatan.
“Baru-baru ini, anak saya harus dirawat inap selama tiga hari karena batuk dan demam. Saya sangat puas dengan pelayanan yang kami terima. Dari awal masuk hingga proses perawatan selesai, semuanya berjalan lancar. Di rumah sakit, kami juga tidak dibeda-bedakan. Pelayanannya sangat baik, dan itu membuat saya merasa tenang selama anak saya dirawat,” cerita Fransisco.
Pengalaman ini membuat Fransisco semakin yakin bahwa BPJS Kesehatan adalah solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kebutuhan kesehatan yang tidak terduga. Selain memberikan rasa aman secara finansial, program ini memastikan pelayanan kesehatan yang layak bagi seluruh keluarga.
Ia juga mengapresiasi inovasi digitalisasi layanan BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, yang memungkinkan peserta mengakses berbagai fitur, seperti pengecekan tagihan, pendaftaran fasilitas kesehatan, hingga informasi program-program terbaru seperti Pandawa dan Rehab.
“Pengalaman ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan bukan sekadar program, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Dengan berbagai inovasi yang terus dihadirkan, BPJS Kesehatan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan bahwa semua peserta berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Status kepesertaan yang aktif menjadi fondasi penting untuk memastikan semua orang mendapatkan akses layanan kesehatan yang mereka butuhkan,” tutup Fransisco. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















