Michael Josua, Perwira Remaja Polri Pertama dan Satu-satunya Penganut Konghucu yang dilantik Jokowi

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 906 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7/2024). Para perwira merupakan lulusan Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, dan Akademi Kepolisian tahun 2024.

Adapun 906 perwira yang dilantik ini terdiri dari calon perwira remaja (capaja) Polri sebanyak 247, 417 Capaja TNI AD, 129 Capaja TNI AL, dan 113 Capaja TNI AU.

Di hadapan para perwira, Jokowi mengajak untuk ikuti perkembangan zaman.

“Saat ini banyak disrupsi berlangsung. Revolusi 4.0 dan 5.0, digitalisasi, otomasi dan kecerdasan buatan, ketegangan geopolitik dan perang dagang, perubahan iklim dan transisi energi semuanya berlangsung dengan sangat cepat,” tutur Jokowi, dilansir dari laman humas.polri.go.id.

Jokowi mengatakan ilmu pengetahuan teknologi saat ini berkembang pesat. Diharapkan, para perwira TNI dan Polri untuk cepat beradaptasi dengan era sekarang.

“Pesan saya kepada saudara-saudara harus selalu mengikuti perubahan-perubahan itu, harus belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan baru. Jadilah pembelajar yang cepat dan terampil,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyematkan tanda pangkat perwira penerima Adhi Makayasa kepada tiga perwira remaja dan masing-masing akademi angkatan TNI dan satu orang dari akademi kepolisian.

Mereka ialah Akademi Militer (Akmil) Letnan Dua Infanteri I Made Aditya Wahyu Palguna, Akademi Angkatan Laut (AAL) Letnan Dua Pelaut Mochamad Irvan Sugianto, Akademi Angkatan Udara (AAU) Letnan Dua Penerbang Jofanka Hendhico Arintio, Akademi Kepolisian (Akpol) Inspektur Polisi Dua Theodore Gomgom Octofarrel De Fatima.

Hadir dalam acara ini Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Hadi Tjahyanto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Dari 906 remaja perwira yang dilantik, Michael Darmawan Cahyadi Josua, menjadi satu-satunya dan Perwira Remaja pertama di Polri penganut agama Konghucu yang dilantik oleh Presiden Jokowi. Kesempatan ini menyisakan kebanggaan dalam diri Michael.

“Bangga sekali. Bisa berdiri di depan Presiden Jokowi dan mewakili teman-teman Perwira Remaja TNI-Polri dalam sebuah momen yang sangat bersejarah terutama bagi diri saya pribadi,” ujar Michael.

Michael berasal dari keluarga keturunan etnis Tionghoa. Agama Konghucu yang ia peluk merupakan warisan nenek moyang yang terus mereka jaga. Salah satu kakeknya adalah seorang xue shi (pendeta) Konghucu. Meskipun memiliki keturunan Tionghoa tapi Michael merasa ia adalah 100 persen Indonesia.

“Saya ini keturunan keempat atau kelima mungkin, pak di keluarga saya. Jadi ga keliatan. Malah seringnya saya dibilang orang Jawa,” ujar Michael sambil tersenyum.

Michael menambahkan Ia dan keluarganya hidup membaur dengan masyarakat dari berbagai latarbelakang kebudayaan di Depok, Jawa Barat. Selain mengajak kedua orangtuanya pada kegiatan pengumuman penempatan Perwira Remaja Polri usai pelantikan, Michael juga mengajak teman mainnya sejak kecil, Muhammad Rayhan Denel.

“Saya dan Michael sekolah bareng di TK dan SMP. Deket juga sama keluarga dan orangtuanya karena rumah kita tidak jauh. Michael orangnya tekun dan ketekunan inilah salah satu yang membuat ia lolos bisa masuk Akpol,” Ujar Rayhan.

“Dalam setiap rekrutmen, Polri selalu membuka kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa yang ingin menjadi Polisi tanpa diskriminasi latarbelakang suku, agama, ras dan golongan,”Pungkas Asisten Kapolri bidang SDM Irjen. Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M. dalam keterangan tertulisnya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *