Toba – Pemerintah Kabupaten Toba, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2024 sebesar Rp106 miliar lebih.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Toba Henry Sitompul, di ruang kerjanya Rabu (5/6/2024), mengatakan, target PAD tahun ini naik dari tahun 2023 yang lalu yang hanya sebesar Rp85 miliar lebih. Untuk mengoptimalkan pencapaian target ini, dibutuhkan kolaborasi yang baik antar sesama OPD penyuplai PAD.
“Selain Bappenda, sejumlah OPD penyuplai PAD diantaranya Dinas Perijinan, Dinas Pertanian, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup dan OPD lainnya,” sambung Henry.
“Untuk tahun 2024 ini, Bappenda sendiri menargetkan PAD sebesar Rp60 miliar lebih. Naik dari target tahun 2023 lalu sebesar Rp53 M,” terang Henry seraya menyebut pihaknya melakukan penagihan pajak melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi serta melakukan sosialisasi publik.
Henry Sitompul juga mengimbau kerjasama yang baik dari wajib pajak maupun retribusi daerah untuk tetap bekerjasama dalam mewujudkan peningkatan PAD. Bayar Pajak Daerah untuk Pembangunan Kabupaten Toba sesuai yang diamanatkan Perda Kabupaten Toba Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Henry Sitompul, mengungkapkan Pajak Daerah meliputi Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak atas Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), atas : Makanan dan atau Minuman, Tenaga Listrik, Jasa Perhotelan, Jasa Parkir, Jasa Kesenian dan Hiburan.
“Pajak Daerah lainnya meliputi Pajak Reklame, Pajak Air Tanah (PAT), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta Pajak Sarang Burung Walet,” pungkas Henry. (SC-JT)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















