Jakarta – Sebanyak 15 warga mengalami luka, terdiri dari 5 orang luka berat dan 10 orang luka ringan, akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (8/4) malam.
Gempa terjadi pada pukul 23.12 WIB dengan lokasi 21 kilometer tenggara Larantuka. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 5 kilometer, dan guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga selama 2 hingga 4 detik.
Berdasarkan laporan sementara hingga Kamis (9/4) pukul 11.00 WIB, wilayah terdampak berada di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur. Selain korban luka, tercatat sebanyak 100 kepala keluarga turut terdampak akibat peristiwa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat, seperti pendataan korban, monitoring dampak gempa, pendirian tenda pengungsian, serta pendistribusian bantuan bagi warga terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD setempat guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat, tepat, dan akurat.
BNPB juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta segera berlindung ke tempat aman dan menuju area terbuka apabila terjadi guncangan kembali, serta selalu mengikuti arahan dari petugas berwenang. (SC03)

