Jakarta – Regenerasi pelaku seni pertunjukan Indonesia terus didorong melalui ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penciptaan karya. Salah satunya terlihat melalui pementasan musikal Menanggunguaerapkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ke dalam proses kreatif hingga produksi pertunjukan di Indonesia.
Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa pengembangan talenta muda menjadi bagian dari komitmen Galeri Indonesia Kaya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem seni pertunjukan.
Menurutnya, melalui program tersebut, para peserta tidak hanya menjalani proses pembelajaran, tetapi juga melanjutkan perjalanan menuju penciptaan dan pementasan karya.
“Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari.
Libatkan Alumni dan Penulis Naskah Muda
Proses kreatif pertunjukan ini juga melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya dalam sejumlah posisi penting. Aldafi Adnan bertindak sebagai sutradara, Mariska Setiawan sebagai pengarah vokal, dan Ayu Gurnitha sebagai koreografer.
Keterlibatan para alumni memperlihatkan kesinambungan proses pembelajaran dalam program tersebut, sekaligus membuka kesempatan bagi talenta yang telah mengikuti pelatihan untuk mengambil peran lebih luas dalam produksi seni pertunjukan.
Naskah orisinal Menanggung Dua Panggung ditulis Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella, dua peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal. Pengembangannya dilakukan melalui proses penulisan dan bimbingan penulis naskah profesional Widya Arifianti.
Bagi Aprillia, yang telah berkarier lebih dari satu dekade di industri media dan konten, penulisan musikal ini menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya. Ia sebelumnya pernah menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, yang mengolah lagu-lagu Sheila on 7 menjadi pertunjukan musikal.
Sementara itu, karya ini menjadi debut Jessica sebagai penulis musikal. Lulusan pendidikan Kimia Institut Teknologi Bandung tersebut menjadikan kegiatan menulis sebagai ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan, mimpi, dan perjalanan menemukan diri sendiri.
Salah satu peserta, Herve Pierre Sidharta, yang juga merupakan Abang Jakarta 2026, mengungkapkan bahwa kesempatan mementaskan karya tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Setelah memperoleh kesempatan belajar bersama West End Stage di London, mereka dapat membawa pengalaman tersebut ke panggung di Indonesia melalui proses pengolahan cerita, kerja sama, dan pementasan.
“Melalui karya ini, kami juga ingin mengajak penonton melihat bagaimana seseorang berusaha menyeimbangkan tanggung jawab dan impiannya,” kata Herve.
Adapun 15 peserta yang tampil dalam pertunjukan tersebut, yakni:
Jennifer Kristi Rengka sebagai Ranting.
Ariel Marcelino sebagai Rimba.
Muhammad Fathur (Ojak) sebagai Jendra.
Patricia Dharma Widyantara sebagai Indri.
Nabil Naratama sebagai MGB Albert.
Herve Pierre Sidharta sebagai MGB Boy.
Muhammad Barly Putra sebagai MGB Charlie.
Janitra Diva Permatasari sebagai Mpok Sari.
Andhika Firman Agung sebagai Bang Ucup.
Joan Raisa Larantuka sebagai Dara.
Melody Asri Fatimah sebagai Amel.
Phanuel Nareswara Hananto sebagai Wisnu.
Ricky Alvano sebagai Enzo.
Dwynna Wyn Gunawan sebagai MCiska.
Felicia Caroline sebagai Vanessa Glamora.
Bagian dari Perjalanan 13 Tahun Galeri Indonesia Kaya
Pementasan Menanggung Dua Panggung menjadi bagian dari rangkaian perayaan 13 tahun Galeri Indonesia Kaya, ruang publik berbasis digital yang dihadirkan Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya kepada generasi muda.
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari satu juta orang dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan. Berbagai kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 2.000 pekerja seni dari beragam disiplin, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, hingga apresiasi sastra.
Berada di lantai 8 West Mall Grand Indonesia, Galeri Indonesia Kaya juga menghadirkan ruang apresiasi budaya yang dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.
Melalui berbagai programnya, Galeri Indonesia Kaya berupaya mendekatkan seni dan budaya kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dengan perkembangan teknologi dan konsep kekinian.
Pementasan Menanggung Dua Panggung menjadi salah satu contoh bagaimana ruang pembelajaran seni dapat berlanjut menjadi proses penciptaan karya, sekaligus memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk terlibat dalam perkembangan seni pertunjukan Indonesia. (SC03)

