Site icon SUMUTCYBER.COM

120 Siswa Baru Angkatan ke-37 Yayasan TB Soposurung Dikukuhkan

Suasana pengukuhan 120 siswa baru Asrama Yayasan TB Soposurung Angkatan TP 37 Tahun Pelajaran 2026/2027 di Kompleks Museum TB Silalahi Center, Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (11/7/2026).

Toba – Sebanyak 120 siswa-siswi baru resmi dikukuhkan sebagai penghuni Asrama Yayasan Tunas Bangsa (TB) Soposurung (Yasop) Balige, Angkatan ke-37 Tahun Pelajaran 2026/2027.

Prosesi pengukuhan berlangsung di Kompleks Museum TB Silalahi Center, Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (11/7/2026).

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama. Kegiatan tersebut dihadiri keluarga siswa, Dewan Pembina, Dewan Penasehat, pengurus, pembina dan guru Asrama Yayasan TB Soposurung, Kepala SMAN 2 Balige Ani Sefriana Nadapdap, serta sejumlah tamu undangan.

Inspektur Kodam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka, hadir sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara pengukuhan.

Turut hadir Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, Wakil Bupati Pakpak Bharat H. Mutsyuhito Solin, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Samosir, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga, Plh Kacabdis Wilayah XIII Sumatera Utara Samron Simanjuntak, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Toba, perwakilan lembaga akademik, mitra yayasan, serta para donatur.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan rekapitulasi jumlah siswa baru, pengambilan Prasetya Siswa, perkenalan pengurus kesenatan, pemaparan prestasi siswa, serta penyerahan plakat dan piagam kepada siswa cendekia dan teladan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan TB Soposurung, Lutfhy Mangaratua Krida Silalahi, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh orang tua siswa dan para tamu undangan.

Menurutnya, pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penyerahan kepercayaan dari orang tua kepada yayasan untuk mendidik dan membentuk generasi penerus bangsa.

“Lebih dari 30 tahun lalu, almarhum Letjen TNI (Purn) TB Silalahi bersama rekan-rekannya memulai perjuangan dengan keyakinan bahwa setiap anak Indonesia, khususnya anak-anak bonapasogit, berhak memperoleh pendidikan terbaik. Yang dibangun bukan sekadar asrama, tetapi harapan, kesempatan, dan masa depan,” ujarnya.

Lutfhy mengatakan, perjuangan tersebut kini telah membuahkan hasil melalui ribuan alumni yang mengabdi sebagai dokter, dosen, insinyur, hakim, aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota Polri, pengusaha, hingga profesional di berbagai daerah maupun mancanegara.

“Warisan terbesar yayasan ini bukanlah jabatan, melainkan nilai-nilai karakter yang terus hidup dalam diri setiap alumni. Itulah legacy yang sesungguhnya,” katanya.

Ia menjelaskan, tema pengukuhan tahun ini adalah “Pembentukan Generasi yang Cerdas, Mulia, dan Nasionalis sebagai Penerus Visi Pendiri Yayasan.” Menurutnya, menghormati warisan para pendiri berarti menjaga api perjuangan agar terus menyala.

Kepada para siswa Angkatan TP 37, Lutfhy berpesan agar tidak hanya mengenakan seragam baru, tetapi juga memikul amanah untuk meneruskan nilai-nilai luhur yayasan.

“Jadilah pribadi yang berintegritas, bekerja keras, rendah hati, dan memberi manfaat bagi sesama,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, hati nurani tetap menjadi hal yang tidak tergantikan.

“Tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter. Pengetahuan membuka peluang, keterampilan membawa keberhasilan, tetapi karakter menentukan bagaimana keberhasilan itu digunakan,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Lutfhy berpesan kepada seluruh siswa agar mengejar prestasi tanpa mengorbankan kejujuran dan integritas.

“Kejarlah prestasi setinggi-tingginya, tetapi jangan pernah mengorbankan kejujuran dan integritas. Prestasi mungkin membuat orang mengenal kalian, tetapi karakterlah yang membuat orang mempercayai kalian,” pungkasnya. (SC-JT)

Exit mobile version