HeadlineUmum

Perjuangan Warga Sarirejo Terus Berlanjut

Sumutcyber.com, Medan – Perjuangan warga Sarirejo Kec. Medan Polonia agar lahan yang mereka tempati sekarang menjadi hak milik terus berlanjut. Siang tadi, Senin (21/1/2019), ribuan pengunjukrasa demo ke Kantor Gubsu.

Mereka meminta dukungan Edy Rahmayadi agar ikut serta memperjuangkan tanah Sarirejo menjadi milik mereka, sebab sejauh ini tanah Sarirejo telah didaftarkan sebagai aset negara oleh pemerintah pusat.

Ketua Forum Masyarakat (FORMAS) Sari Rejo Pahala Napitupulu, mengatakan pihaknya berniat memboikot Pemilu 2019 karena jika sertifikat tanah mereka tidak diterbitkan.

“Jika boikot dilakukan, dipastikan akan mempengaruhi partisipasi pemilih di Kota Medan. Karena di Sari Rejo saat ini dihuni oleh sekitar 7 ribu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk 28. 093 jiwa,” ujar Pahala.

Konflik lahan yang mendera Sarirejo sudah terjadi puluhan tahun tanpa solusi, berbagi unjuk rasa hingga mendatangi pemerintah pusat sudah mereka lakukan .

Mereka menuntut 260 hektar yang selama ini dihuni dihapus dari aset negara. Menyusul keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan mereka. “Penghapusbukuan itu yang diduga jadi mainan. Karena proses ini susah puluhan tahun,” ungkapnya.

Massa diterima oleh Asisten I Pemprovsu Jumsadi Damanik. Jumsadi mengatakan, setelah pertemuan ini dirinya akan melaporkan kepada Gubernur, Kakanwil Badan Pertahanan Negera (BTN) Sumut, untuk melihat progres permasalahaannya

“Nanti kita akan kordinasi dengan instansi terkait, termasuk Forkopimda, pihak Angkatan Udara dan kementrian keuangan. Kita akan terus mencari jalan keluar dari permasalan ini, sebab hal ini menjadi fokus pak gubernur,” tutur Jumsadi.

Sebelum hari ini, masyarakat Sarirejo juga pernah melakukan unjukrasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Kantor Wali Kota Medan, BPN Medan dan DPRD Medan. (RC)

Facebook Comments
Tags