HeadlinePolitik

Dirapat Paripurna, DPRD Sumut Sampaikan Sejumlah Persoalan Di Sumut

Ini Persoalannya..!!

Sumutcyber.com, Medan – Hasil kegiatan tim reses anggota DPRD Sumut dari masing-masing dapil (daerah pemilihan) Sumut I-XII di 33 kabupaten/kota disampaikan melalui rapat paripurna di DPRD Sumut, Senin (4/2/2019).

Dalam paripurna yang dipimpin wakil ketua DPRD Sumut Sri Kumala dan dihadiri Sekdaprovsu Hj Sabrina, masing-masing tim reses melalui jurubicaranya melaporkan hasil kegiatan selama reses disemua kabupaten/kota se-Sumut.

Seperti  tim reses Sumut I melalui jurubicara (Jubir) nya HM Nezar Djoeli ST melaporkan, banyak anak nelayan tradisional di Kecamatan Medan Belawan tidak bersekolah karena keterbatasan ekonomi dan para nelayan tidak mengetahui akses untuk mendapatkan sekolah gratis.

“Masalah ini harus jadi perhatian serius Pemko Medan dan Pemprovsu saling kerjasama yang harmonis, serta komunikasi yang baik antara legislatif dan ekaekutif,” ujar Nezar.

Tim reses Sumut II dalam laporannya minta Dinas pendidikan Kota Medan dan Pemprovsu mendata ulang terkait BOS (Bantuan Operasional Sekolah), karena banyak warga tidak mampu belum pernah mendapatkan BOS.

Diharapkan sektor pendidikan perlu mendapatkan perhatian, khususnya penambahan sekolah-sekolah negeri di tiap-tiap kecamatan di Sumut, baik tingkat SD, SMP, SMA dan SMK.

Sedangkan Tim reses III (Deliserdang) melalui jubirnya Japaruddin Harahap juga berharap Pemprovsu memperioritaskan masalah pendidikan, diantaranya membangun SMA, SMK, SLB maupun sekolah Islam dari tingkat MIN, MTs maupun MAN wajib ada di setiap kecamatan dengan memperhatikan jumlah penduduk, luas wilayah, tempat dan lainnya termasuk kesejahteraan guru mutlak jadi tanggung jawab negara melalui Pemprov dan instansi terkait.

Selain dibidang pendidikan, tim reses DPRD Sumut, seperti di Sumut IV (Sergai, Tebingtingi), di dapil Sumut V (Batubara, Asahan, Tanjungbalai), di dapil Sumut VI (Labuhanbatu, Labura, Labusel), di dapil Sumut IX (Taput, Tobasa, Samosir, Humbahad, Tapteng dan Sibolga), dapil Sumut X (Pematangsiantar, Simalungun) dan dapil Sumut XII (Binjai, Langkat) juga melaporkan masalah infrastruktur jalan perlu segera jadi perhatian serius, karena kondisinya sudah menprihatinkan dan butuh penanganan segera.

Anggota tim reses dapil Sumut V Darwin SAg menyatakan banyak infrastruktur di beberapa wilayah Asahan, terutama jalan akses tidak dapat dilalui kendaraan roda 2 dan 4, sehingga petani terkendala memasarkan hasil pertaniannya.

Demikian halnya di dapil Sumut VI, seperti diungkapkan anggota tim Zeira S Ritonga, infrastruktur jalan, khususnya
Jalan Desa Kuala Bangka Kecamatan Kuala Hilir sepanjang 40 Km kondisinya hancur lebur, karena 74 tahun semenjak Indonesia merdeka  tidak pernah diaspal dan terkesan tidak pernah diurus oleh Pemkab Labura. Padahal jalan itu memperlancar arus trasportasi sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara Sekdaprovsu Hj Sabrina mengatakan reses digelar anggota dewan untuk menampung aspirasi dari konstituen sebagai bahan untuk melakukan pembangunan. Pemprovsu akan menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Aspirasi yang dijemput anggota dewan jadi masukan bagi kami sebagai bahan evaluasi program mendatang,” ujarnya. (EC)

Facebook Comments
Tags

Berita Terkait