HeadlineOlahraga

Edy Rahmayadi Mundur Dari PSSI Karena Ada Tekanan?

Sumutcyber.com, Medan – Wakil Ketua Umum PSSI 2006, Hinca Panjaitan meyakini keputusan Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI periode 2016-2020 karena adanya tekanan.

“Ruang publik tidak bisa dibohongi, pak Edy tertekan diminta mundur karena memang belum habis masa jabatannya,” ujarnya, di Medan, Senin (21/1/2019).

Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat itu menilai dinamika yang terjadi di PSSI adalah hal yang biasa. Apalagi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sepakbola Indonesia memang dalam kondisi terguncang.

“Tekanan seperti itu dinamika, dan pak Edy meresponnya. Kedepan jangan ada lagi tekanan, biarkan PSSI diurus oleh orang sepakbola, pak edy waktu itu bukan orang sepakbola, gak bisa apa-apa. Biarkan orang bola mengurus bola,” jelasnya.

Dia meminta agar PSSI diberi ruang untuk independen, jangan sampai ada campur tangan pemerintah. “Menpora dan presiden jangan campur tangan. Maka jadilah PSSI di jalan tempat. Karena ini momentum tepat bagi kita semua. Berhenti politik, jangan ajak elemen sepakbola dukung A si B,” terangnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu bercerita tentang pengalamannya saat menjadi pengurus di PSSI. Di mana ketika itu ia meninggalkan politik ketika masih aktif di sepakbola. Selanjutnya, ketika berpolitik segala sesuatu yang berkaitan dengan sepakbola ditinggalkan. Jangan masuki ruang lain di sepakbola.

Dengan meninggalkan PSSI, Hinca meyakini Edy Rahmayadi akan fokus dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Gubernur Sumut. “Pak Edy dan saya bisa mendukung sepakbola dari pinggir lapangan saja,” paparnya.

Seperti diketahui, Edy Rahmayadi memutuskan meninggalkan jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Hal tersebut disampaikan Edy saat pidato di kongres tahunan PSSI. (PT)

Facebook Comments
Tags