Menu

Banjir & Longsor 2.500 Kejadian, Gempa 500 Kejadian/Bulan

  Dibaca : 112 kali
Banjir & Longsor 2.500 Kejadian, Gempa 500 Kejadian/Bulan
Peta Banjir dan Longsor. (Sumber BNPB)

MEDAN (Sumutcyber): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi, pada 2019, ada 2.500 lebih kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bencana yang masih mendominasi tersebut diantaranya, banjir, longsor dan puting beliung

Hal ini dikarenakan masih luasnya kerusakan (daerah aliran sungai (DAS), lahan kritis, laju kerusakan hutan, kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan tingginya kerentanan menyebabkan bencana hidrometeorologi meningkat.

Hal ini disebutkan Kepala BNPB Willem Rampangile dalam Kaleidoskop Bencana 2018 dan Prediksi 2019 yang diterima Sumutcyber, beberapa waktu lalu.

Kemudian, penyebab lainnya adalah rata-rata laju perubahan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian seluas 110.000 hektar/tahun. Luas lahan kritis yakni 14 juta hektar.

“Banjir dan longsor masih akan banyak terjadi di daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor sesuai dengan peta rawan banjir dan longsor. Kebakaran hutan dan lahan masih akan terjadi tetapi dapat diatasi dengan lebih baik,” katanya.

500 Kali Gempa Setiap bulan

Peta Lokasi Gempa. (Sumber BNPB)

Sedangkan prediksi gempa akan terjadi selama 2019, rata -rata setiap bulan ada sekitar 500 kejadian gempa di Indonesia. Gempa bumi tidak dapat diprediksikan secara pasti di mana, berapa besar dan kapan.

Namun diprediksikan gempa terjadi di jalur subduksi di laut dan jalur sesar di darat. Perlu diwaspadai gempa-gempa di Indonesia bagian timur yang kondisi seismisitas dan geologinya lebih rumit dan kerentanannya lebih tinggi.

Potensi tsunami sangat tergantung dari besaran gempabumi dan lokasinya. Jika gempa lebih dari 7 SR, kedalaman kurang dari 20 km dan berada di jalur subduksi maka potensi tsunami. Sistem peringatan dini tsunami sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Erupsi gunungapi tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Tiap gunung memiliki karakteristik sendiri. Dari 127 gunungapi di Indonesia, saat ini terdapat 1 gunung berstatus Awas, 2 gunung berstatus Siaga, dan 18 gunung berstatus Waspada. Gunung Sinabung masih tetap Status Awas (level IV) – relokasi diharapkan selesai 2019. Gunung Soputan (Status Siaga) masih berpotensi erupsi yang sifatnya fluktuatif. Gunung Anak Krakatau (Status Waspada) diprediksi masih akan terus erupsi tetapi tidak berbahaya, berbahaya di dalam radius 2 km.

Gunung Agung (Status Siaga) kemungkinan akan terus menurun aktivitasnya. Gunung Merapi ( Status Waspada) masih akan meningkat aktivitas magmatic tetapi tidak akan terjadi erupsi besar. (MC)

Facebook Comments
Editor:
KOMENTAR

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional