HeadlineKriminal

Bunuh Adik Ipar, Kompol Fahrizal Dimasukkan Ke RS Jiwa

Sumutcyber.com, Medan – Wakil Kapolres Lombok Kompol Fahrizal terbukti membunuh adik iparnya Jumingan dengan senjata api pada April 2018 lalu. Namun, dia tidak dapat dimintai pertanggungjawaban, karena mengidap gangguan jiwa atau Skizopernia Paranoid.

Hal ini merupakan hasil sidang putusan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (7/2/2019).

“Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Fahrizal SIK terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dalam dakwaan Pasal 338 KUHPidana, akan tetapi terdakwa tersebut tidak dapat dipidana,” kata Ketua Majelis Hakim Deson Togatorop membacakan putusan.

Karena kondisi kejiwaanya, terganggu majelis hakim juga memerintahkan agar Kompol Fahrizal dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) ke Rumah Sakit Jiwa. “Dua, memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari dari rumah tahanan untuk dirawat di rumah sakit jiwa,” sambung Deson

Putusan ini selaras dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan yang menerapkan Pasal 44 KUHP Pidana dalam perkara ini, isi pasal tersebut berbunyi.

“Tiada dapat dipidana barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal.”

Atas keputusan itu, selanjutnya penasehat hukum Kompol Fahrizal akan meminta salinan putusan untuk mengeluarkan Kompol Fahrizal dari ruang tahanan.

“Kami akan meminta salinan putusan untuk mengeluarkan Fahrizal dari Rumah Tahanan Polda Sumut, tempat penahanannya selama ini. Dia akan dibawa ke RS Jiwa Prof. Dr. M Ildrem, Medan,” ujar pengacara Kompol Fahrizal, Julisman kepada wartawan.

Selama persidangan sendiri sikap Kompol Fahrizal tampak begitu dingin, dia enggan berbicara saat dimintai wartawan tanggapan atas keputusan hakim, begitu pun istrinya yang tampak menutup diri dari pertanyaan wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan, sebanyak enam kali tembakan, di rumah orangtuanya yang berada Jl.Tirtosari Gg. Keluarga, Kel. Bantan, Kec. Medan Tembung pada 4 April 2018. Usai membunuh sang adik, dia menyerahakan diri ke Polrestabes Medan. (EC)

Facebook Comments
Tags