Terkait Penyerangan Mapolres Labuhanbatu
36 Oknum TNI Akui Bersalah
Share:

msg/sc
Pangdam I/BB Mayjend TNI M Noer Muis. Pangdam berjanji akan menindak tegas setiap personil TNI yang terbukti bersalah dan memeroses secara hukum kasus penyerangan puluhan personil TNI 126 Kala Cakti dari kompi C.
Rabu, 10 Maret 2010 | 11:09:17
KISARAN,Sumutcyber-Insiden penyerangan yang terjadi di Mapolres Labuhanbatu sangat disesalkan Pangdam I/BB Mayjend TNI M Noer Muis. Pangdam berjanji akan menindak tegas setiap personil TNI yang terbukti bersalah dan memeroses secara hukum kasus penyerangan puluhan personil TNI 126 Kala Cakti dari kompi C. Para personil yang berjumlah 36 orang yang terlibat kasus penyerangan sudah dipanggil ke markas Bukit Barisan untuk menjalani pemeriksaan, dan mereka mengaku bersalah.

“Kita akan tetap memeroses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ucap M Noer.

Hal itu disampaikan Pangdam I/BB Mayjend TNI M Noer Muis, Selasa (9/3) usai memberikan arahan kepada seratusan prajurit Bataliyon 126/KC di Mako Yonif 126/KC Bunut Kisaran.

Pangdam mengatakan, dirinya tetap bangga dengan Satuan Yonif 126/KC yang selama ini memiliki segudang prestasi, namun akibat adanya serangan segerombolan oknum yang rata-rata masih muda yang berpangkat Prada, Pratu dan Praka, sangat disesalkan.

Penyerangan tersebut terjadi karena mereka masih baru dan muda, serta melakukannya tanpa ada memiliki pemikiran panjang. Mereka hanya terpicu emosi karena teman mereka ditangkap oleh pihak kepolisian karena kasus judi, dan mereka langsung melakukan penyerangan.

“Inikan tidak dibenarkan, dan harus diberikan tindakan yang tegas serta akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Pangdam dalam kunjungan mendadaknya di Mokoyonif 126/KC.

“Walau awalnya saya tidak ada memiliki rencana atau program kerja mengunjungi Yonif 126/KC karena baru meninjau beberapa pulau yang wilayah territorial Kodam I/BB, namun karena ada penyerangan di Mapolres Labuhanbatu, saya akhirnya kemari untuk memberikan arahan, didampingi para petinggi Kodam I/Bukit Barisan,” ucapnya.

Pangdam mengungkapkan, perkalahian sesama aparat, tidak pernah terjadi di Negara manapun, sebab dengan tindakan yang dilakukan oleh prajurit 126/KC, ini akan berdampak negatif untuk keamanan dalam negeri, sedangkan pandangan dari luar Negeri memberikan citra buruk bagi tubuh TNI secara keseluruhan. “Jangan pernah ini terjadi lagi,” katanya dengan tegas.

Pangdam yang didampingi sejumlah perwira antara lain Danrem 022/PT Kol Kav Wahardono, Asintel Kasdam Kol Inf Gustav, Kapendam Letkol CAJ Asren Nasution lebih lanjut mengatakan, bahwa seharusnya tindakan itu tidak perlu terjadi apabila seluruh prajurit mulai dari tingkat yang paling bawah sampai atas memiliki kepedulian sekaligus memahami tugas pokok dan fungsinya.

“Sikap kepedulian ini harus ditanamkan bagi prajurit, sebab sewaktu seseorang untuk melakukan sesuatu mendapat respons dari lingkungannya,” ujar Pangdam, yang baru bertugas lebih kurang satu bulan itu di Kodam I/BB. 

Lebih lanjut dikatakan Pangdam, ia meminta kepada seluruh prajurit untuk mengisi kekosongan, dengan hal-hal yang positif seperti latihan, berolahraga dan meningkatkan kemampuan skill serta sumber daya manusianya.

“Isilah waktu kekosongan dengan hal-hal yang positif, dan optimalkan kemampuan yang ada atau dimiliki prajurit.

Sebab dengan kokosongan yang terjadi, dikhawatirkan akan menimbulkan pemikiran-pemikiran yang negatif dari para prajurit, yang akhirnya akan memberikan image yang buruk bagi TNI. Jangan ada waktu kosong. Isilah waktu yang kosong, jadilah tentara modern dengan mengikuti perkembangan zaman,” kata Pangdam.

Kunjungan Pangdam I/BB bersama rombongan disambut, oleh Dandim 0208/AS Letkol Inf. Herry Christaianto, Wadanyon 126/KC Mayor Tri Aji, serta sejumlah perwira di jajaran Yonif 126/KC. (sht/msg/sc)

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah