Tambah Rp250 Ribu Paspor Cepat Selesai
Share:

Jumat, 5 Februari 2010 | 13:38:18
Medan, Sumutcyber- Inspektur Jenderal (Irjend) Pengawasan Departemen Hukum dan HAM Pusat, Sam Tobing melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Imigrasi Kelas I Medan, kemarin (4/2).

Sam Tobing mengatakan, sidak kali ini langsung meninjau dan memeriksa kinerja dalam hal proses layanan pengurusan paspor. Ketika itu, Sam Tobing memperhatikan loket layanan dan masuk hingga ke ruang pendataan. Sam Tobing menyatakan, secara nasional telah menindak sejumlah oknum pegawai imigrasi, baik itu yang melakukan kutipan liar dan praktik percaloaan.

“Jadi kami tetap pantau praktik pencaloaan ini, bila tetap ada pejabat penanggungjawabnya akan ditindak,”katanya. Saat sidak, Sam Tobing bertemu dengan Plt Kepala Imigrasi Kelas I Wilayah

Medan, Rostanof. Pada pertemuan tertutup itu dilakukan di sebuah ruangan di kantor tersebut.
Sementara itu, salah seorang pengurus paspor, Monika (45) mengatakan, sebelum dirinya mengajukan permohonan pengurusan paspor, ada seorang pria menawarkan jasa untuk pengurusan paspor agar lebih cepat, hanya saja dia diminta tambahan uang sebesar Rp250 ribu.
“Aturannya ngurus paspor Rp280 ribu, tapi kalau pakai calo supaya lebih cepat ditambah Rp250 ribu paling murah, tapi saya tidak mau, milih ngurus sendiri saja,” ujarnya.

Dia berharap, setelah adanya sidak ada perubahan dan tidak ada lagi praktik percaloaan. Sebab, sesuai anjurannya paling lama paspor bisa selesai dalam waktu lima hari. Tapi, kenyataannya bisa lebih.

Sidak tersebut sempat bocor sehingga cuma sebentar dan dilanjutkan berkunjungan ke Rutan dan Lapas Tanjung Gusta Medan. Dalam kunjungan di Rutan, Sam Tobing melihat sejumlah ruangan seperti ruang penerima tamu dan menggeledah seluruh ruangan yang ada di rutan.
Hasilnya, tak ada ditemukan ruangan mewah. Tapi, Sam Tobing sempat bertanya terkait tiga ruangan berukuran sekira 2,5 x 3 meter yang memiliki televisi dan loudspeaker besar. Namun, ruang itu hanya sebatas ruang istirahat staf di rutan.

Amatan wartawan, dari 3 ruangan yang dilihat langsung oleh Sam Tobing, ketiganya dilapisi karpet merah dan abu-abu. Di ruangan kecil itu berisi meja dan televisi serta loudspeaker.

Bukan itu saja, masih ditemukan juga lampu gantung. Di ruang tempat tahanan masih ditemukan tahanan ada yang menjual indomie, snack dan lainnya.

Di ruang poliklinik, ada satu ruangan ukuran 3×3 meter berisi kasur, ada lampu gantung, loudspeaker serta televisi ukuran 17 inchi. Di ruangan itu, ada rak hiasan botol-botol minuman jenis civas dan kelas minuman mahal lainnya. (ril)


Tag: paspor

Terkait:

Silahkan Beri Komentar.
Nama Anda*:
Email Anda*:
Website Anda:
Komentar Anda*:
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang SOPAN dalam memberi komentar.
 

 
Portal News
Jawa-Bali-Nusatenggara
Sumatera
Kalimantan

Sulawesi
Majalah